THE MAN SHOULD BE PAID HIGHER THAN WOMEN

In a family, for example a husband and wife as the same working as a teacher. Although his wife also work, but still a husband give his pay for his wife. Because that is responsibility of man to fill necessary his wife and children. So, the man should be paid higher than woman.

Actually, i disagree if from side position and same job, but apparently the salary different. In fact, the support of it is the experience, effort, and hard work to build and advance the company. And from this we can appraise and opine which ones deserve to get more salary.

The higher her/his graduates she/he had an important role to the position she/he wants in a company. But, all of that also depending on experience and skills that is owned. And depending a company and level experience also his/her ability. Not all salary of man higher than women.

If salary of man and woman are same or even higher woman than man. The man will feel  inferior if approach the woman which get higher salary than his self. Because the man think that he who should be sufficient his wife. And afraid have been put low by woman. As well as woman, she will be afraid if she get higher salary because the man not audacious to approaching him.

So we know that of all those we can conclude that the support of get the higher salary is from experience, effort, and hard work to build and advance the company. So not all salary of man be higher than woman, although they have the same position.

In a family, for example a husband and wife as the same working as a teacher. Although his wife also work, but still a husband give his pay for his wife. Because that is responsibility of man to fill necessary his wife and children. So, the man should be paid higher than woman.

Actually, i disagree if from side position and same job, but apparently the salary different. In fact, the support of it is the experience, effort, and hard work to build and advance the company. And from this we can appraise and opine which ones deserve to get more salary.

The higher her/his graduates she/he had an important role to the position she/he wants in a company. But, all of that also depending on experience and skills that is owned. And depending a company and level experience also his/her ability. Not all salary of man higher than women.

If salary of man and woman are same or even higher woman than man. The man will feel inferior if approach the woman which get higher salary than his self. Because the man think that he who should be sufficient his wife. And afraid have been put low by woman. As well as woman, she will be afraid if she get higher salary because the man not audacious to approaching him.

So we know that of all those we can conclude that the support of get the higher salary is from experience, effort, and hard work to build and advance the company. So not all salary of man be higher than woman, although they have the same position.

Advertisements

Nama-nama SURGA dan NERAKA serta Calon-calon Penghuninya

Surga (Al-Jannah) adalah suatu tempat di alam akhirat yang penuh dengan segala macam kenikmatan dan kesenangan.
Allah Swt. menjadikan tempat ini bagi hamba-Nya yang takwa. Antara lain diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 82 sbb :
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, menjadi penghuni surga. Kekallah mereka didalamnya.”
Gambaran tentang Surga di dalam Al-Qur’an antara lain sebagai berikut : surga seluas langit dan Bumi (Al-Hadid:21), di dalamnya terdapat pohon-pohon dan buah-buahan (Ar-Rahman:54,68, dan Al Waqi’ah :28,29,32-33), terdapat istana-istana dan mengalir sungai-sungai dibawahnya (Al-Furqan:10), tahta-tahta kebesaran dan ranjang-ranjang emas/permata (Ash Safaat:44 dan Al Waqi’ah : 15), serta ditemani bidadari-bidadari (Ar-Rahman: 72danAdDukhan:54)

Nama Surga dan calon-calon penghuninya
1. Surga Firdaus (Jannatul Firdaus)
Dijadikan dari emas yang merah.
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istr-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanah (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang mewarisi. Yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal didalamnya”.TQS. al-Mukminun: 1-11

Dalam Al-Mukminun :1-11, dijelaskan bahwa surga ini untuk orang-orang yang khusyuk sholatnya, menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji, dan memelihara sholatnya.

2. Surga ‘Adn (Jannatul ‘Adn)
Diciptakan dari intan putih.
Penghuninya yaitu orang yang bertakwa kepada Allah (An Nahl :30-31), benar-benar beriman dan beramal saleh (Thaha:75-76), banyak berbuat baik (Fathir:32-33), sabar, menginfakkan hartanya, dan membalas kejahatan dengan kebaikan (Ar Ra’ad :22-23).

3. Surga Naim (Jannatun Na’iim)
Dijadikan dari perak putih.
Diperuntukkan bagi orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dan beramal saleh (Al Qalam : 34, Luqman : 8, Yunus : 9, dan Al-Haj : 56).

4. Surga Ma’wa (Jannatul Ma’wa)
Diciptakan dari jamrud hijau.
Adalah tempat orang-orang yang bertakwa kepada Allah (An Najm:15), beramal saleh (As Sajdah : 19) serta takut kepada kebesaran Allah dan menahan hawa nafsunya (An Naziat : 40-41).

5. Surga Darussalam (Darus Salaam)
Diciptakan dari Yakut merah.
Penghuninya yaitu orang-orang yang kuat iman dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah, serta beramal Saleh (Al An’am : 27).

6. Surga Darul Muqamah (Darul Jalal)
Diciptakan dari mutiara putih.
Dihuni oleh orang-orang yang kuat iman Islamnya, banyak berbuat kebajikan, dan jarang berbuat kesalahan.

7. Surga Al-Maqamul Amin (Darul Qarar)
Diciptakan dari permata putih. Kediaman orang-orang yang bertakwa (Ad dukhan : 51).

8. Surga Khuldi (Jannatul Khuldi)
Diciptakan dari marjan merah dan kuning.
Dihuni oleh orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya (Al Furqaan :15).

Jarak antara tingkatan surga yang satu dengan yang lainnya diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Said Al-Khudri : “Surga itu terdiri dari seratus tingkat. Antara tingkat yang satu dengan yang lainnya berjarak seperti antara Bumi dan langit. Dan tingkatan tertinggi adalah surga Firdaus.”.
“Barang siapa memberi nafkah isterinya di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu surga, ‘Wahai Hamba Allah! Ini adalah pintu kebaikan.’ Barangsiapa termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah. Abu Bakar lantas berkata, ‘Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang yang dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya?’ Rasulullah menjawab, ‘Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka.”
(HR. al-Bukhari)

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., surga memiliki 8 pitu dari emas yang ditaburi mutiara. Pintu-pintu tersebut adalah :
1. Pintu untuk para Nabi, Rasul, syuhada, dan dermawan.
2. Pintu bagi orang-orang yang mendirikan sholat dengan menyempurnakan syarar rukunnya dan wudhunya.
3. Pintu buat orang-orang yang mengeluarkan zakat dengan kebersihan jiwa.
4. Pintu untuk orang-orang yang memerintah kebaikan dan melarang kemungkaran.
5. Pintu orang-orang yang mencegah hawa nafsu dan kesyahwatan.
6. Pintu buat orang-orang yang menunaikan ibadah Haji dan umrah.
7. Pintu bagi para ahli Jihad (berjuang menegakkan agama Allah)
8. Pintu bagi orang-orang yang bertakwa, berbakti kepada orangtua, dan menyambung tali persaudaraan.

Nama-nama neraka dan penghuninya :
Neraka Hawiyah
Al Qari’ah 8) dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempatkembalinya adalah neraka Hawiyah. tahukah kamu Apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangatpanas).
Neraka yang diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selamahidup didunia mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan. Orang muslim laki dan perempuan yang tidak tanduknya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan jilbab, bagi para lelaki muslim yang sering memakai sutra dan emas, mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan sebagainya, Hawiyah adalah sebagai tempat tinggalnya. (Surah Al-Qari’ah).
Neraka Jahiim
At Takaatsur 6. ”Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim”)
Neraka sebagai tempat penyiksaan orang-orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah. Mereka akan disiksa oleh para sesembahan mereka. Dalam ajaran Islam syirik adalah sebagai salah satu dosa paling besar menurut Allah, karena syirik berarti menganggap bahwa ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat Allah dan bisa pula menganggap bahwa ada Tuhan selain Allah. (Surah Asy-Syu’ara’ dan Surah As-Saffat).
Neraka Saqar
Al Mudatsir 42-43. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”)
Neraka untuk orang munafik, yaitu orang yang mendustakan perintah Allah dan rasul. Mereka mengetahui bahwa Allah sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Muhammad, tetapi mereka meremehkan syariat Islam. (Surah Al-Muddassir).
Neraka Lazhaa
”Sekali-kali tidak dapat, Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala”
Al Qur’an Surat Al Maarij 15-16
Neraka yang disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin. Bagi mereka yang tidak mau bersedekah, membayar zakat, atau bahkan memasang muka masam apabila ada orang miskin datang meminta bantuan. (Surah Al-Ma’arij).
Neraka Huthamah
Al Qur’an Surat Al Humazah 5-7 ”dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati”
Neraka yang disediakan untuk orang yang gemar mengumpulkan harta berupa emas, perakatau platina, mereka yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina orang miskin. Di neraka ini harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksaan kepada manusia pengumpul harta. (Surah Al-Humazah).
Neraka Sa’iir
An Nisaa 10, ” Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnyamereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sya’iir).”
Neraka yang diisi oleh orang-orang kafir dan orang yang memakan harta anak yatim. (Surah Al-Ahzab, An-Nisa’, SurahSurah Al-Fath dan Surah Luqman).
Neraka Wail
Neraka yang disediakan untuk para pengusaha atau pedagang yang licik, dengan cara mengurangi berattimbangan, mencalokan barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Barangdagangan mereka akan dibakar dan dimasukkan kedalam perut mereka sebagai azab. (Surah Al-Tatfif dan Surah At-Tur).
Neraka Jahanam
(Tempat orang-orang kafir (Al Ankabut 68), Orang-orang durhaka (Maryam 86)

Termasuk penghuni yang manakah kita kelak??? semua tergantung pada amal kita selama di dunia ini…
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”. (TQS. al-Balad [90]: 10)

 

Berbakti Kepada Orang Tua

 

 

imagesvvvv

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Begitu bunyi ungkapan yang menggambarkan betapa besar kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Demikianlah realitanya. Betapapun besarnya balas budi seorang anak, ia tidak akan mampu menyamai apa yang telah diberikan orang tua kepadanya. Sudah sepantasnya seorang anak berbuat baik dan menaati perintah orang tua, selama mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan.
Dalam permasalahan ketaatan kepada orang tua, manusia terbagi menjadi tiga kelompok:
Pertama, menaati segala perintah kedua orang tua tanpa melihat perintah tersebut sesuai dengan syariat atau tidak. Hal ini termasuk ifrath (melampaui batas).
Kedua, tidak mau menaati perintah kedua orang tua walaupun perintah tersebut tidak dalam bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sikap ini adalah tafrith (meremehkan).
Ketiga, menaati perintah keduanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat dan menolak perintah itu bila menyelisihi syariat.
Semuanya ini dapat kita lihat dalam kehidupan kaum muslimin sehari-hari. Lalu manakah sikap yang benar dalam menaati perintah kedua orang tua?
Adapun kelompok pertama yang menaati semua perintah orang tua baik perintah tersebut bermaksiat atau tidak, sangat bertentangan dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Tidak ada ketaatan kepada seorang pun di dalam bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya ketaatan itu di dalam kebajikan.” (HR. Al-Bukhari no. 40 dan Muslim no. 39 dari shahabat Ali bin Abi Thalib)
Abu ‘Amr Ad-Dani ‘Utsman bin Sa’id Al-Qurthubi berkata: “Tidak ada ketaatan kepada seorang makhluk pun di dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq. Tidak pula bernadzar dalam bermaksiat dan mensyaratkan dengan syarat yang mengandung maksiat. Ketaatan itu pada perkara yang baik.” (lihat Ar-Risalah Al-Wafiyah hal. 114)
Kelompok kedua yaitu yang tidak mau taat pada apa yang diperintahkan kedua orang tua baik dalam perkara yang diridhai oleh Allah ataupun tidak. Ini bertentangan dengan firman-Nya:
“Sungguh Rabbmu telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah selain kepadanya dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (Al-Isra: 23)
“Katakan: Marilah kubacakan apa yang telah diharamkan kepada kalian oleh Rabb kalian yaitu janganlah kalian mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (Al-An’am: 151)
Juga sangat bertentangan dengan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:
Dari Abu Abdirrahman bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau berkata: ‘Shalat pada waktunya.’ Aku berkata: ‘Kemudian apa?’ Beliau berkata: ‘Berbuat baik kepada kedua orang tua.’ Aku berkata: ‘Kemudian apa?’ Beliau berkata: ‘Jihad di jalan Allah’.” (HR. Al-Bukhari, 10/336 dan Muslim no. 85)
Kelompok ketiga menaati perintah kedua orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat Allah dalam arti tidak dalam rangka bermaksiat. Inilah sikap yang benar sesuai dengan ayat-ayat dan hadits-hadits di atas. Tidak ifrath dan tidak pula tafrith.
Sehingga jika ada pertanyaan, bagaimana hukum menaati kedua orang tua? Maka jawabnya tidak spontan wajib. Namum membutuhkan rincian. Jika perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah, maka wajib untuk menaatinya. Dan apabila perintah tersebut bertentangan dengannya, maka wajib untuk tidak taat kepada perintah keduanya. Dalilnya sebagaimana di atas.
Bagaimana bila orang tua melarang untuk menuntut ilmu agama? Menuntut ilmu agama adalah wajib atas setiap orang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (Shahih, HR. Al-Baihaqi dan lainnya dari Anas dan lainnya. Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahihul Jami’ no. 3913)
Allah berfirman:
“Berilmulah kamu tentang Laa Ilaha illallah.”
Kita tidak boleh menaati perintah orang tua apabila mereka memerintahkan untuk tidak menuntut ilmu karena termasuk bermaksiat kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah akan tetapi ketaatan itu dalam kebajikan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Wallahu a’lam.
[Diambil dari artikel “Cinta yang Tak Mungkin Terbalas” oleh Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi dari Majalah Asy Syariah no. 08/I/1425 H/2004, hal. 53-54]